Senin, 05 Desember 2011

Perkembangan Alat Pemisah Bulir Padi pada Batang

Prinsip dasar proses perontokan padi adalah bertujuan untuk melakukan pemisahan butir gabah dari tangkai malainya, dengan memakai alat perontok padi. Berikut tingkatan alat berdasarkan perkembangan Iptek :
1.      Alat Pemisah Bulir Padi pada Batang Tingkatan Sederhana

Pada era ini, alat pemisah antara bulir-bulir padi dengan batangnya masih sangat sederhana.



Spesifikasi Alat :

Kegiatan dengan pengebotan dilakukan secara sederhana sehingga terjadi susut yang tercecer lebih besar, mutu gabah kurang baik akibat busuk dari yang tidak terontok dan membutuhkan tenaga cukuk besar. Dibutuhkan setidaknya tiga tenaga manusia untuk mengopersikan alat ini. Prinsip dasar proses perontokan padi adalah bertujuan untuk melakukan pemisahan butir gabah dari tangkai malainya, dengan memakai alat perontok padi tradisional yang masih banyak digunakan petani.





Kemampuan Kerja :
Kinerja alat ini benar-benar hanya mengandalkan tenaga manusia sebagai pengendali utamanya, maka kemampuan kerja alat ini pun adalah tingkatan yang paling sederhana.

Bagian, Susunan dan Kegunaan Masing-masing Bagian Alat :

·   Rak perontok yang terbuat dari bambu/kayu dengan 4 kaki berdiri diatas tanah, sehingga dapat dipindah-pindahkan.
·    Meja rak perontok terbuat dari belahan bambu/kayu membujur atau melintang dengan jarak renggang 1-2 cm.
·    Dibagian belakang, samping kanan dan kiri diberi dinding penutup dari tikar bambu, plastik lembaran atau plasti terpal, sedangkan bagian depan terbuka.


Cara Pengoperasian :

1. Ambil malai padi secukupnya dilakukan pemukulan dengan membanting malai padi dengan meja rak perontok, sehingga gabah terlepas dari malai, yang dilakukan sampai 5 kali dan hasil rontokan akan jatuh di terpal yang ada dibawah meja perontok.
2. Kumpulkan gabah ditempat pengumpulan sementara, lalu masukkan kedalam karung atau wadah.
3. Dari butiran padi tersebut dipisahkan butiran yang bernas dengan yang hampa, dengan menggunakan alat tampah atau di Sumatera Barat namanya niru yang ditarok butiran padi lalu dianginkan dengan menhadap ke sumber angin atau menentang angin, sehingga terpisah gabah yang bernas dengan gabah yang hampa seandainya tidak ada angin dilakukan penampian untuk memisahkan butir yang bernas dengan butir yang hampa.
4. Setelah terpisah butiran yang bernas dengan butiran yang hampa, lalu dimasukan kedalam karung, kalau seandainya mau disimpan harus dijemur dulu, baru disimpan di lumbung penyimpanan padi, kalau di Sumatera Barat namanya rankiang.
Cara Perawatan Alat :

Setelah alat digunakan, pisahkan tiap bagian alat lalu bersihkan tiap bagiannya.




2.      Alat / Mesin Pemisah Bulir Padi dari Batang Tingkatan Menengah

Pada tingkatan ini, alat pemisah bulir padi dengan batang jerami sudah mengalami sedikit peningkatan dari tahapan sebelumnya.



Spesifikasi Alat :
Pedal thresher merupakan alat perontok padi dengan konstruksi sederhana dan digerakan menggunakan tenaga manusia.

Kemampuan Kerja :
Keunggulan alat ini dibandingkan dengan alat gebot adalah mampu menghemat tenaga dan waktu, mudah diperasikan dan mengurangi kehilangan hasil.  Kapasitas kerja 75 – 100 kg per jam dan cukup dioperasikan oleh 1 orang.

Bagian , Susunan dan Kegunaan Masing-masing Bagian Alat :
§  Kerangka utama terbuat dari kayu kaso atau pipa besi dengan ukuran keseluruhan unit bervariasi, biasanya 120 cm x 120 cm.
§  Silinder perontok terbuat dari lepengan papan berjajar berkeli-lingmembentuk silinder dengan diameter 36 – 38 cm dan lebar 42 – 45 cm. Di sisi kiridan kanan ditutup dengan pipa bulat setebal 2 – 3 cm. Pada lempengan papantersebut ditancapkan gigi perontok yang terbuat dari kawat baja berbentuk huruf V terbalik. Ukuran lempengan kayu, tebal 10 – 15 mm, lebar 90 mm dengan jarak antar lempengan 15 mm. Tinggi perontok ± 50 mm dengan lebar kaki-kakisebesar 25 mm dengan jarak antar gigi 40 mm. Jumlah gigi perontok pada satulempengan 10 buah dan jumlah lempengan papan 12 buah. Cara pemasang-an gigi perontok 20 mm diberi bantalan ball bearing yang posisinya duduk pada rangka utama.
§  (c)Unit transmisi tenaga melalui rantai sepeda dan spocket yang prinsipkerjanya sama seperti mesin jahit.
§  (d)Tutup penahan gabah terbuat dari lembaran plastik atau terpal denganukuran > 0 cm x 40 cm x 35 cm. Bagian ini dapat dilepas dari kerangka utama.Penggunaan pedal thresher dalam perontokan dapat menekan kehilangan hasil padi sekitar 2,5 %.
Cara Kerja Alat :
§  Pedal perontok diinjak dengan kaki naik turun.
§  Putaran poros pemutar memutar silinder perontok.
§  Putaran silinder perontok yang memiliki gigi perontok dimanfaatkan  dengan memukul  gabah yang menempel pada jerami sampai rontok.
§  Arah putaran perontok berlawanan dengan posisi operator (men-jauh dari operator).
Perawatan Alat :
Alat ini haruslah rutin dibersihkan tiap kali selesai digunakan. Pada bagian mesin yang melakukan gaya gesek, oleskan oli agar bagian tersebut tidak mudah karatan.

3.      Alat Pemisah Padi pada Batang Tingkatan Modern

Pada masa inilah, mesin pertanian pemisah bulir pada dengan jeraminya ( perontok ) berada pada tingkatan yang lebih canggih.



Spesifikasi Alat :
Power thresher merupakan mesin perontok yang menggunakan sumber tenaga penggerak enjin. Kelebihan mesin perontok ini dibandingkan dengan alat perontok lainnya adalah kapasitas kerja lebih besar dan efisiensi kerja lebih tinggi.

Kemampuan Kinerja Alat :

Alat ini telah menggunakan hasil teknologi yang maju. Dengan demikian, kinerja alat ini pun lebih cepat dan efisien.
Bagian, Susunan dan Kegunaan Masing-masing Bagian Alat :
§  Kerangka utama terbuat dari besi siku, uk. 40 mm x 40 mm x 4 mm dan plat lembaran baja lunak tebal 1 – 3 mm, merupakan kedudukan komponen lainnya.
§  Silinder perontok terbuat dari besi strip dengan diameter berjajar berkeliling membentuk silinder dengan diameter 30 – 40 cm dan lebar 40 – 60 cm. Di sisi kiri dan kanan ditutup dengan lembaran bulat tebal 2 – 3 mm. Pada besi strip yang melintang tersebut terpasang gigi perontok yang terbuat dari besi as baja 10 mm, panjang 50 – 60 mm diperkuat dengan mur. Jumlah gigi perontok 30 – 88 buah. Diameter poros perontok 25 mm, pada kedua ujung poros diberi bantalan ball bearing yang posisinya duduk pada kerangka utama.
§  Dalam ruang silinder terdapat sirip pembawa, saringan perontok dan pelat pendorong jerami. Sirip pembawa terletak di bagian atas silinder perontok, terletak menempel pada tutup atas perontok. Sirip ini mengarah ke pintu pengeluaran jerami di sebelah belakang mesin perontok. Terbuat dari plat lembaran dengan tebal 1 – 2 mm. Jaringan perontok terletak di sebelah bawah silinder perontok, terbuat dari kawat baja atau besi baja 0,6 – 8 mm bersusun menjajar, membentuk setengah lingkar-an, jarak antar besi baja adalah 18 – 20 mm dan jarak antara ujung gigi perontok dan jaringan minimal 15 mm. Pelat pendorong jerami terpasang pada silinder perontok yang tak terpasang gigi perontok. Bagian ini terbuat dari besi plat tebal 2 – 3 mm denngan ukuran 15 – 15 mm.
§  Ayakan terletak di sebelah bawah saringan perontok, ukuran ayakan 45 mm x 390 mm, terbuat dari plat lembaran tebal 1,5 – 2 mm. Ayakan terdiri dari 2 tingkat. Bagian atas berlubang-lubang dengan ukuran 13 mm x 13 mm dan bagian bawah rata. Ayakan ini bergerak maju mundur dan naik turun melalui sitem as nocken.
§  Kipas angin terbuat dari plastik dengan jumlah daun kipas 5 – 7 buah.
§  Unit transmisi tenaga, melalui puller dan V belt dari motor penggerak silinder perontok, kipas angin dan gerakan ayakan type V belt yang digunakan adalah tipe B. Putaran silinder perontok untuk merontokan padi adalah 500 – 600 RPM.


Cara Pengoperasian Alat :
§  Pemotongan tangkai pendek disarankan untuk merontok dengan mesin perontok tipe “throw in” dimana semua bagian yang akan dirontok masuk ke dalam ruang perontok.
§  Pemotongan tangkai panjang disarankan untuk merontok secara manual denngan alat atau mesin yang mempunyai tipe “Hold on” dimana tangki jerami dipegang, hanya bagian ujung padi yang ada butirannya ditekankan kepada alat perontok.
§  Setelah mesin dihidupkan, atur putaran silinder perontok sesuai dengan yang diinginkan untuk merontok padi
§  Putaran silinder perontok akan mengisap jerami padi yang di-masukkan dari pintu pemasukkan.
§  Jerami akan berputar-putar di dalam ruang perontok, tergesek terpukul dan terbawa oleh gigi perontok dan sirip pembwa menuju pintu pengeluaran jerami.
§  Butiran padi yang rontok dari jerami akan jatuh melalui saringan perontok, sedang jerami akan terdorong oleh plat pendorong ke pintu peng-eluaran jerami.
§  Butiran padi, potongan jerami dan kotoran yang lolos dari saringan perontok akan jatuh ke ayakan dengan bergoyang dan juga terhembus oleh kipas angin.
§  Butiran hampa atau benda-benda ringan lainnya akan tertiup terbuang melalui pintu pengeluaran kotoran ringan.
§  Benda yang lebih besar dari butiran padi akan terpisah melalui ayakan yang berlubang, sedangkan butir padi akan jatuh dan tertampung pada pintu pengeluaran padi bernas
Cara Perawatan Alat :
Pada saat mesin ini selesai digunakan, bersihkan tiap-tiap bagian alat. Lakukan peminyakan oli pada bagian yang rentan berkarat.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar